Sejarah Rumah sakit

Tanggal 24 Februari 1970, RSSI resmi dibuka. Jumlah karyawan termasuk direktur dan suster SPC sebanyak 68 orang. Tiga puluh empat orang beragama Katolik, 19 orang beragama Islam, 11 Orang beragama Protestan. 2 orang beragama budha.

Bulan Mei 1970, diangkat menjadi pendamping rohani para pasien RSSI :

• Pastor Kota Banjarmasin untuk yang beragama Katolik

• Pdt. Munte Saha, SMTH dan Pdt. Ethelbert Saloh untuk yang beragama Protestan

• M. Zarkoni, H.M.A yang beragama islam

Pada tahun 1970, dibuka juga sekolah Pembantu Perawat sebagai annex RSSI dan sebagai Kepala Sekolah adalah Mgr. W. Demerteau, MSF. Kemudian pada 1 April 1973, barulah dr. Hendra Surya diangkat sebagai Kepala Sekolah SPKU RSSI.

30 Juli 1970, Sr. M. Carmen, SPC diangkat sebagai administrator RSSI juga diangkat menjadi pemimpin Komunitas SPC diBanjarmasin menggantikan Sr. Naomi, SPC diBanjarmasin. Pada hari ini, Sr. Lucie, SPC dan Sr. Annete, SPC tiba diBanjarmasin dan pada hari ini SR. Naomi, SPC pulang ke Filipina. Bulan Mei 1971, Sr. Alexine, SPC pulang ke Filipina untuk berobat.

9 April 1972, Sr. Monique, SPC Superior Jendral SPC diRoma dating diBanjarmasin dengan Sr. Madelaine, SPC Superior Provinsi diFilipina. Tanggal 13 April 1972, pembukaan resmi RSSI oleh gubernur Kalimantan Selatan, Bapak Soebardjo dnegan SK Menteri Kesehatan RI diJakarta tanggal 31 Mei 1965 No. 23705/RS.SK Pengawas/Kepala Dinas Kesehatan, Provinsi Kalimantan Selatan diBanjarmamsin tanggal 11 April 1972 No.III-SK-537-B.Pres.

Dr. Hendra Surya secara resmi diangkat menjadi direktur medis / penanggung jawab dalam bidang medis teknis. Terhitung tanggal 1 April 1972 dengan SK Pengawas / Kepala Dinas Kesehatan Prov. Kalsel No.III-SK-540-14-B.Pres. Pemberkatan / peresmian 6 kamar VIP, kamar isolasi dan aula makan untuk karyawan. Tanggal 31 Mei 1972, SR. Alexine, SPC untuk kedua kalinya kembali ke Manila karena skait. Tanggal 9 Juni 1972, Sr. Florian, SPC dating ke Banjarmasin. Tanggal 28 Juni 1972, Sr. Alma Marie dan Sr.Caecilia, SPC datang ke Banjarmasin. September 1972, Tn Kreefmeijer dari aksi puasa Belanda datang bersama dengan Pater G. Zegwaard dari LPPS. Mereka meninjau RSSI.

Tanggal 30 Desember 1970 diputuskan bahwa RS Suaka Insan, yang sampai tanggal ini adalah milik Keuskupan Banjarmasin akan dibeli oleh Kongregasi Suster – Suster Santo Paulus dari Chartres. Syaratnya :

a) Pembayaran akan dilaksanakan secara periodik tetapi pembayaran mesti beres sebelum tanggal 1 Januari 1983

b) Pembelian meliputi seluruh tanah yang luasnya tersebut dalam sertifikat; semua gedung / bangunan yang ada dan inventaris semua bangunan.

c) Sesudah penyerahan, hanya kongregasi Suster-Suster SPC adalah “ The sole owner and administrator RS Suaka Insan.

d) Semua derma yang diterima Keuskupan Banjarmasin untuk membangun rumah sakit ini plus susteran dan arama, dan lain –lain, akan dikurangi dari harga jual, sehingga kongregasi SPC harus membayar hanya modal yang berasal dari kas.

Keuskupan Banjarmasin untuk membangun rumah sakit ini.

Tanggal 3 Januari 1973, pembukaan Sekolah Penjenang Kesehatan Umum (SPKU) dengan 20 siswi. Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 24/BV/Pend./70. Surat persetujuan Pengawas /Kepala Kesehatan Prov. Kalsel No. V/500/Pend.-72. Tanggal 1 April 1973, dr. F. Hendra Surya diangkat sebagai Kepala Sekolah Penjenang Kesehatan Umum RS Suaka Insan diBanjarmasin dengan SK No.V/SK/9/15/SPKU/73. Tanggal 4 April 1973 the first caping day. Tanggal 27 April 1975 perayaan lustrum yang pertama RS Suaka Insan. Tanggal 1 Februari 1976, pemberkatan guest house. (oleh Mgr. W.Demarteau, MSF yang pembangunannya dibiayai oleh 18 kongregasi bruder di Neederland atas inisiatif Superior Jendral Kongregasi Bruder SP. Maria Tujuh Kedukaan. Tanggal 5 Maret 1977 peresmian musholla RS Suaka Insan oleh Walikota Banjarmasin Bapak Siddik Susanto dan pengguntingan pita dilakukan oleh istrinya.

Tahun 1978 penambahan ruang Charity Ward untuk pasien kurang mampu dinamai Bangsal St. Paulus dengan tariff Rp. 5000,- /hari.

Berdasarkan pada pelayanan kesehatan yang menyeluruh / holistik, maka dirasakan perlu adanya sebuah musholla mengingat 80% pasien beragama islam. Nama musholla itu “Al-Ichsan” (yang tidak terdekati oleh setan). Bulan Januari 1978, sebuah ruangan sal dibangun degan jumlah 21 tempat tidur. Pada tahun ini pimpinan RSSI mencari tempat praktek diBanjarmasin antara lain di Barito timur untuk para murid SPKU, tetapi usaha ini gagal/salah ditafsirkan oleh golongan tertentu. Bulan Januari 1980 untuk sementara SPKU ditutup dalam rangka persiapan untuk mengkonversi SPKU ke Sekolah Perawat Kesehatan yang diharapkan akan menghasilkan tenaga kesehatan paramedis yang qualified. Tanggal 18 Januari 1981 Sekolah Perawat Kesehatan dibuka, sebagai kelanjutan pengembangan SPKU Suaka Insan.

Tanggal 4 Agustus 1983 Sr. M. Florian, SPC, MHA diangkat menjadi administrator RS Suaka Insan di Banjarmasin menggantikan Sr. M. Carmen, SPC, MHS. Tanggal 17 Februari 1984, RS Suaka Insan dialih-milikan kepada Yayasan Suaka Insan SPC secara notariil. Tahun 1984, perluasan gedung SPK dan poliklinik. Poliklinik umum ditambah dengan klinik penyakit anak, klinik kesehatan gigi dan BKIA. Menanggapi tuntutan perkembangan medis, sebuah ruangan ICU dengan 3 tempat tidur dibuka (sekarang menjadi VIP 20 Bangsal Anna). November 1984 dr. F. Hendra Surya berhenti. Tanggal 1 Desember 1984, dr. A.j. Djohan diangkat sebagai direktur medis menggantikan dr. F. Hendra Surya.

22 Desember 1988 

22 Desember 1988 Rapat Direksi RSSI memutuskan memberi nama bangsal-bangsal dengan nama-nama orang kudus yaitu: Fransiskus, Maria dan Anna. Kemudian ditetapkan untuk selanjutnya bangsal-bangsal yang dibangun diberi nama orang kudus. Tanggal 29 Desember 1988 Ruang Isolasi dan Bangsal Maria diberkati dan diresmikan. Tanggal 1 Januari 1992, dr. A. J. Djohan diangkat sebagai Direktur Umum dan struktur organisasi RSSI sedikit berubah mengikuti ketentuan dari Departemen Kesehatan RI. Tanggal 2 Juni 1922, gedung baru unit bedah, aula makan, Bangsal Elizabeth (sekarang menjadi bangsal Teresa) diberkati dan diresmikan.

Tahun 1993-1994 dengan bertambahnya jumlah tempat tidur, pelayanan penunjang RSSI tidak memadai lagi. Laboratorium , X-Ray, Medical Record harus diperluas dengan merenovasi gedung lama. Gedung baru untuk administrasi dan Rawat Darurat sedang dibangun dan selesai 1994. Pelayanan dipoliklinik ditambah dengan klinik mata dan obstetric gynecologi, sedang diajukan proposal untuk pembukaan untuk AKPER. Pemisahan manajemen RSSI dan SPK Suaka Insan sesuai dengan peraturan dari Departemen Kesehatan (sebelumnya SPK Suaka Insan berada dibawah RSSI).

20 September 1994

Dibangun gedung pertama yang didalamnya terdapat Unit Gawat Darurat (UGD), apotik, penerangan, kantor direktur, kantor administrator dan personalia. Gedung utama ini diresmikan oleh Gubernur Kalimantan Selatan, Bapak Ir. M. Said. Geudng ini dirancang dengan gaya arsitektur rumah banjar dan batu prasasti dibuat dari batu akik Martapura, agar RS Suaka Insan menyatu dengan budaya daerah.

Pada tanggal 3 Maret 2003

Diresmikan bangsal kebidanan yang diberi nama bangsal Clement. Peresmian dilakukan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan yang diwakili oleh Ibu Mursidah Adi.

Tahun 2007 Tempat pemulasaran jenazah diberi nama “Lokasanti” diberkati oleh Mgr. W. Demarteau, MSF. Setahun kemudian, tepatnya pada tanggal 26 April 2008, Klinik Spesialis RS Suaka Insan diresmikan oleh Kepala Dinas Provinsi Kalimantan Selatan, Bapak drg. Rosihan Adhani, MS.

Pada tanggal 23 Desember 2011 diresmikan taman, sumbangan dari program Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Mandiri Banjarmasin yang terletak diantara bangsal Clement dan ICU-ICCU. Tahun 2012, bangunan ICU-ICCU barudiberkati dan disusul dengan pemberkatan kapel baru.

Sejak 30 Juli 2013 Yayasan Suaka Insan SPC pecah dan yang membawahi RSSI adalah Yayasan Suaka Insan Kesehatan dengan Pembina Sr. Yovita Daru, SPC dan Ketua Sr. Reli Lidia Senina, SPC, S.Farm, Apt, MM.

 

Copyright©2017 Rumah Sakit Suaka Insan - Banjarmasin KALSEL - Web Master By @ncimedismart.com