Output Pelayanan Rumah Sakit

1.             KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN

No.

Kegiatan Pokok

Rincian Kegiatan

1.

Pembentukan Tim TB DOTS RS Suaka Insan

-      Melakukan rapat bersama Direktur, Administrator, bagian diklat, komite mutu, komite medik, komite keperawatan, perwakilan kepala ruangan untuk pembentukan Tim TB DOTS, selanjutnya ditetapkan melalui SK direktur.

-        Membuat urain tugas untuk Tim TB.

-   Direktur membuat kebijakan dan ditetapkan melalui SK direktur

2.

Kerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin untuk pelatihan TB DOTS

-       Bagian diklat menghubungi Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin menanyakan jadwal pelatihan TB DOTS beserta administrasinya.

3.

Persiapan ruangan, fasilitas, dan logistik Tim TB DOTS

-    Tim TB DOTS mengajukan proposal ke bagian umum RS yang akan diteruskan ke direktur.

4.

Melakasanakan program TB

-     Komitmen politik dengan meningkatkan dan kesinambungan pembiayaan.

-   Penemuan kasus melalui pemeriksaan mikroskopik bakteriologi yang terjamin kualitasnya.

-          Pengobatan yang terstandarisasi dengan supervisi dan dukungan terhadap pasien.

-          Pasokan obat yang efektif dan terjamin kontinuitasnya.

-          Sistem monitoring, evaluasi, penilainnya, dan pelaporannya.

5.

Penyusunan panduan dan pedoman TB DOTS

-          Tim DOTS menyusun panduan dan pedoman pelayanan TB dengan strategi DOTS dan selanjutnya dikonsultasikan oleh direktur.

-          Tim DOTS menyusun SPO tentang pelayanan DOTS.

6.

Sosialisasi SPO

Dilakukan oleh Tim TB DOTS kepada seluruh staf pelaksana di rawat jalan dan rawat inap.

2.             CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN

a.       Rapat tim TB DOTS.

b.      Sosialisasi SPO TB DOTS

c.       Pelatihan TB DOTS

d.      Penyusunan panduan dan pedoman TB DOTS.

e.       Monitoring dan evaluasi program TB DOTS

3.             SASARAN

a.       Tercapainya 100% penegakan diagnosa TB.

b.      Tercapainya 100% pasien rawat jalan TB yang ditangani dengan strategi DOTS.

c.       Tercapinya 100% pencatatan dan pelaporan TB di Rumah Sakit.

d.      Tercapainya 100% pasien rawat TB yang ditangani dengan strategi DOTS.

e.       Tercapainya 100% angka penggunaan terapi TB pada pasien TB di rawat jalan.

f.       Tercapainya 100% angka penggunaan terapi TB pada pasien TB di rawat inap.

4.             JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN

Rincian Kegiatan

Bulan/Tahun 2017

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

Pembentukan  Tim TB Dots

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pelatihan  Tim TB Dots

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pembuatan Dokumen :

§  Panduan pelayanan TB dengan strategi DOTS

§  Panduan rujukan pelayanan TB DOTS

§  Pedoman pengorganisasian TB DOTS

§  Pedomanan pelayanan TB DOTS

§  SPO TB DOTS

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Persiapan  ruang  TB  Dots

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Melaksanakan Progran TB DOTS

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sosialisasi  SPO TB Dots

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pencatatan, pelaporan, dan evaluasi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

(*****)

 

 

HASIL SURVEILANS HAIs TRIWULAN II DAN TRIWULAN III

 PERIODE APRIL S/D SEPTEMBER 2017

 

I.            PENDAHULUAN 

HAIs (Healthcare Associated Infection) merupakan komplikasi yang sering terjadi di pelayanan kesehatan. Selama masa perawatan di Rumah Sakit pasien beresiko terinfeksi yang mungkin akan memperpanjang hari perawatan, meningkatkan biaya perawatan, menambah rasa sakit pada pasien dan mengurangi rasa kepercayaan terhadap kualitas pelayanan Rumah Sakit.

Salah satu program dari pencegahan dan pengendalian HAIs adalah Surveilans. Pelaksanaan program pencegahan dan pengendalian Infeksi yang efektif dapat mengurangi tingkat infeksi, untuk itulah surveilans merupakan salah satu aktivitas yang sangat penting dan luas dalam program pencegahan dan pengendalian HaIs.

Program pencegahan dan pengendalian infeksi yang utama dan efektif di rumah sakit yaitu dengan mengelola data dan informasi penting termasuk surveilans, mengatur dan merekomendasikan kebijakan prosedur, Intervensi untuk memutus transmisi penularan penyakit.

 

II.            TUJUAN

A.    Tujuan Umum

Meningkatkan mutu pelayanan melalui PPI di RS Suaka Insan Banjarmasin

B.     Tujuan Khusus

1.      Memberikan gambaran angka kejadian HAIs di RS Suaka Insan Banjarmasin

2.      Melakukan strategi perbaikan dalam pencegahan dan pengendalian kejadian HAIs di RS Suaka Insan Banjarmasin

3.      Meningkatkan kualitas dan ketepatan pelaporan data surveilans

 

III.            RUANG LINGKUP

Hasil Insiden Rate, antara lain :

1.      Insiden Rate IDO

2.      Insiden Rate ISK

3.      Insiden Rate Phlebitis

4.      Insiden Rate IADP

5.      Insiden Rate VAP 

IV.            IDENTIFIKASI RISIKO

Melakukan identifikasi risiko terhadap kejadian HAIs selama bulan Juli, Agustus, September, adapun rekapitulasi data meliputi sebagai berikut

NO

POTENSIAL/

RISK HAIs

APRIL

MEI

JUNI

JULI

AGUSTUS

SEPTEMBER

1

PHLEBITIS

41.3‰

43‰

48.9‰

48.5 ‰

34.5 ‰

42.6 ‰

2

ISK

6.3‰

9.6‰

0‰

0 ‰

0 ‰

0 ‰

3

VAP

0‰

0‰

0‰

0 ‰

0 ‰

0 ‰

4

DECUBITUS

0‰

0‰

0‰

0 ‰

0 ‰

0 ‰

5

IADP

0‰

0‰

0‰

0 ‰

0 ‰

0 ‰

6

IDO

0%

0%

0%

0 %

3.7 %

0 %

V.            METODE ANALISIS

Phlebitis                = Kejadian Phlebitis X 1000/Jumlah pemakaian IV Line

HAIs Kateter        = Kejadian Infeksi X 1000/Jumlah pemakaian kateter

HAIs VAP                        = Kejadian Infeksi X 1000/Jumlah pemakaian ventilator

HAIs HAP                        = Kejadian Infeksi X 1000/Jumlah pemakaian ventilator

HAIs IDO             = Kejadian Infeksi X 100/Jumlah tindakan operasi 

VI.            RISIKO ANALISIS DATA

Menetapkan tiga nilai untuk setiap risiko

1.      Probability :

Penilaian probability ini ditentukan frekuensi kejadian risiko yang dilakukan assesmen. Penilaian probability berdasarkan hal-hal berikut :

-          Risiko yang dikenal/diketahui

-          Riwayat data

-          Laporan dalam literature

No

Potensisl /Risk HAIs

Probability

 

 

4

3

2

1

0

1

PHLEBITIS

4

 

 

 

 

2

ISK

 

 

 

1

 

3

VAP

 

 

 

 

0

4

DECUBITUS

 

 

 

 

0

5

IADP

 

 

 

 

0

6

IDO

 

 

 

1

 

2.      Risk /impact

No

Potensisl /Risk HAIs

Probability

 

 

4

3

2

1

1

PHLEBITIS

 

3

 

 

2

ISK

 

3

 

1

3

VAP

 

 

 

1

4

DECUBITUS

 

 

 

1

5

IADP

 

 

 

1

6

IDO

 

3

 

 

3.      Current system/Preparedness 

No

Potensisl /

Risk HAIs

Probability

 

 

4

3

2

1

1

PHLEBITIS

 

 

2

 

2

ISK

 

 

2

 

3

VAP

 

 

 

1

4

DECUBITUS

 

 

 

1

5

IADP

 

 

 

1

6

IDO

 

 

2

 

4.      Penilaian dan evaluasi risiko

Analissi risiko dilanjutkan dengan penjumlahan dari setiap penilaian risiko dengan rumus :

Probability x Impact x Current System

No

Potensial /Risk HAIs

Probability

Risk/ Impact

Current/ System

Score

 

 

4

3

2

1

0

5

4

3

2

1

5

4

3

2

1

 

 

 

1

PHLEBITIS

4

 

 

 

 

 

 

3

 

 

 

 

 

2

 

24

2

ISK

 

 

 

1

 

 

 

3

 

 

 

 

 

2

 

6

3

VAP

 

 

 

 

0

 

 

 

 

1

 

 

 

 

1

0

4

DECUBITUS

 

 

 

 

0

 

 

 

 

1

 

 

 

 

1

0

5

IADP

 

 

 

 

0

 

 

 

 

1

 

 

 

 

1

0

6

IDO

 

 

 

1

 

 

 

3

 

 

 

 

 

2

 

6

 


TABEL PRIORITAS ICRA BERDASARKAN PERINGKAT NILAI TERTINGGI

ICRA – PRIORITAS MASALAH

 NO

POTENSIAL RISK/MASALAH

SCORE

1

PHLEBITIS

24

2

ISK

6

3

IDO

6

4

VAP

0

5

IADP

0

6

DECUBITUS

0

"Hasil analisa data HAIs dapat di lihat di menu Galeri Kegiatan dan Kinerja RS"


RENCANA TINDAK LANJUT

No

Plan

Do

Study

Action

PIC

I.     HAIs Phlebitis

1

Meningkatkan pengetahuan petugas tentang SPO bundles Phlebitis

Kegiatan :

Melakukan sosialisasi dan monitoring

Indikator :

Hasil audit bundles Phlebitis

Waktu :

Oktober 2017

Dengan pengetahuan yang optimal dalam penerapan bundles phlebitis dapat menurunkan insiden rate phlebitis.

Menurunkan insiden rate phlebitis daro 40.3‰ menjadi 25.0‰ pada bulan Oktober 2017

-          IPCN

-          IPCLN

-          Supervisor

-          Kepala Ruangan

2

Meningkatkan pengetahuan petugas tentang SPO pemasangan infus

Kegiatan :

Sosialisasi dan monitoring

Indikator :

SPO pemasangan infuse

Waktu :

Oktober 2017

Meningkatnya pengetahuan petugas dalam pemasangan infuse sesuai SPO dapat menurunkan risiko phlebitis

Pemasangan infuse sesuai SPO dapat mengurangi risiko phlebitis

-  IPCN

-  IPCLN

-  Supervisor

-  Kepala Ruangan

3

Meningkatkan kepatuhan petugas melaksanakan kebersihan tangan

Kegiatan :

Sosialisasi dan Monitoring

Indikator :

Audit Kepatuhan Kebersihan Tangan

Waktu :

Oktober 2017

Kebersihan tangan dengan 6 langkah dalam 5 moment diambil dari WHO

Meningkatnya kepatuhan kebersihan tangan menjadi 75 % pada bulan Oktober 2017

-  IPCN

-  IPCLN

-  Supervisor

-  Kepala Ruangan

4

Meningkatkan kepatuhan penggunaan APD saat pemasangan infuse

Kegiatan :

Moniting secara berkala

Indikator :

Audit kepatuahn penggunaan APD

Waktu :

Oktober 2017

Penggunaan APD harus sesuai dengan SPO dan sesuai dengan kebutuhan.

APD sarung tangan harus dipakai saat melakukan pemasangan infuse

Meningkatnya kepatuhan penggunaan APD sesuai prosedur dalam pemasangan infus

-  IPCN

-  IPCLN

-  Supervisor

-  Kepala Ruangan

5

Membuat rekomendasi untuk pihak pengadaan alkes untuk melengkapi sarana dan prasarana yang mendukung

Kegiatan :

Membuat RKA

Indikator :

RKA PPI RS 2017

Waktu :

Desember 2017

Sarana dan prasarana yang lengkap dapat mendukung pencegahan phlebitis

Sarana dan prasarana lengkap pada bulan Desember 2017

-  IPCN

-  Manajemen

 

6

Meningkatkan  kepatuhan petugas dalam melaksanakan kebersihan lingkungan sekitar pemasangan infuse agar terjaga

Kegiatan :

Monitoring

Indikator :

Audit PPI Lingkungan Perawatan

Waktu :

Desember 2017

Terjaganya lingkungan sesuai dengan prinsip PPI juga dapat menurunkan risiko infeksi

Meningkatnya kepatuhan petugas dalam kebersihan lingkungan sesuai prinsip PPI menjadi 90%

-  IPCN

-  IPCLN

-  Supervisor

-  Kepala Ruangan

II.     HAIs ISK

1

Meningkatkan pengetahuan petugas tentang SPO bundles ISK

Kegiatan :

Melakukan sosialisasi dan monitoring

Indikator :

Hasil audit bundles ISK

Waktu :

 Juni 2017

Dengan pengetahuan yang optimal dalam penerapan bundles ISK dapat menurunkan insiden rate ISK.

Menurunkan insiden rate ISK  dari  9.6‰ menjadi <4.7‰ pada bulan Juli 2017

-  IPCN

-  IPCLN

-  Supervisor

-  Kepala Ruangan

2

Meningkatkan pengetahuan petugas tentang SPO pemasangan kateter urin

Kegiatan :

Sosialisasi dan monitoring

Indikator :

SPO pemasangan kateter urin

Waktu :

Juni 2017

Meningkatnya pengetahuan petugas dalam pemasangan kateter urin sesuai SPO akan dapat menurunkan risiko ISK

Pemasangan  kateter urin sesuai SPO dapat mengurangi risiko ISK

-  IPCN

-  IPCLN

-  Supervisor

-  Kepala Ruangan

3

Meningkatkan kepatuhan petugas melaksanakan kebersihan tangan

Kegiatan :

Sosialisasi dan Monitoring

Indikator :

Audit Kepatuhan Kebersihan Tangan

Waktu :

Juni 2017

Kebersihan tangan dengan 6 langkah dalam 5 moment diambil dari WHO

Meningkatnya kepatuhan kebersihan tangan menjadi 75 % pada bulan Juli 2017

-  IPCN

-  IPCLN

-  Supervisor

-  Kepala Ruangan

4

Meningkatkan kepatuhan penggunaan APD saat pemasangan kateter urin

Kegiatan :

Moniting secara berkala

Indikator :

Audit kepatuahn penggunaan APD

Waktu :

 Juli 2017

Penggunaan APD harus sesuai dengan SPO dan sesuai dengan kebutuhan.

APD sarung tangan harus dipakai saat melakukan pemasangan kateter urin

Meningkatnya kepatuhan penggunaan APD sesuai prosedur dalam pemasangan kateter urin

-  IPCN

-  IPCLN

-  Supervisor

-  Kepala Ruangan

III.   HAIs IDO

1

Meningkatnya pengetahuan petugas dalam penerapan bundles IDO dengan melakukan sosialisasi

Kegiatan :

Resosialisasi

Indikator :

SPO bundles IDO

Waktu :

Oktober 2017

Meningkatnya kepatuhan dalam penerapan bundles IDO dapat menurunkan risiko IDO

Meningkatnya pengetahuan petugas dalam pelaksanaan bundles IDO ditandai dengan  menurunnya insiden rate IDO menjadi 2 %

-  IPCN

-  IPCLN

-  Supervisor

-  Kepala Ruangan

-  Staf IBS

2

Meningkatkan kepatuhan Kebersihan Tangan dengan reedukasi dan monitoring

Kegiatan :

Reedeukasi dan monitoring secara berkala

Indikator :

Audit Kepatuhan Kebersihan Tangan

Waktu :

Oktober 2017

Melakukan monitoring secara berkala kebersihan tangan  terhadap petugas sehungga akan dapat meningkatkan kepatuhan kebersihan tangan

Meningkatnya kepatuhan kebersihan tangan menjadi 75 % di bulan Oktober 2017

-  IPCN

-  IPCLN

-  Supervisor

-  Kepala Ruangan

 

3

Meningkatkan kepatuhan petugas dalam penggunaan APD sesuai prosedur dengan reedukasi dan monitoring

Kegiatan :

Monitoring secara berkala

Indikator :

Audit kepatuhan penggunaan APD

Waktu :

Oktober 2018

Kepatuhan penggunaan APD yang sesuai SPO dapat menurungkan isiden rate IDO

Meningkatnya kepatuhan petugas dalam penggunaan APD sesuai SPO

-  IPCN

-  IPCLN

-  Supervisor

-  Kepala Ruangan

-  Staf IBS


VII.          PENUTUP

A.  Kesimpulan

Tingka insiden rate HAIs yang menjadi trend infeksi di RS Suaka Insan Banjarmasin dari Triwulan II sampai dengan Triwulan III  yaitu  Phlebitis dan insiden rate Phlebitis pada Triwulan II bulan Juni 48.5‰  sedangkan pada Triwulan III bulan September 2017 adalah : 40.3‰, disini ada penurunan tapi tidak terlalu signifikan, sedangkan pada insiden rate HAIs ISK terjadi pada Triwulan II  bulan April 6.3‰, dan  bulan Mei  adalah 9.6‰ , sedangkan pada Triwulan III tidak terjadi insiden rate ISK, HAIs IDO terjadi  pada  Triwulan III bulan Agustus adalah 3.7%

 Saran

1.      Diharapkan Surveilan HAIs di RS Suaka Insan Banjarmasin dilakukan secara terus menerus.

2.      Resosialisasi tentang PPI untuk menurunkan angka insiden rate, terutama trend HAIs (Phlebitis) di RS Suaka Insan Banjarmasin.

3.      Monitoring dilakukan secara  berkala untuk mengevaluasi kepatuhan petugas dalam melaksanakan PPI, terutama dalam penerapan bundles Phlebitis, ISK, IDO

 

Mengetahui ,

Ketua Komite PPI

 

Banjarmasin, 2 Oktober 2017

Sekretaris komite PPI/IPCN

Ttd

 

 

 

dr. Rahmawati, SpPK

 

 1.      Yatini. S.Kep

 

2.      Yuliana Suparni. S. Kep

 

_______________________________________________________________________________________________

 

LAPORAN

HASIL SURVEILANS INFEKSI RUMAH SAKIT(HAIs)

PADA TRIWULAN I s/d III

(Januari s/d September 2018)

 

 

 

 

 

 

 

RUMAH SAKIT SUAKA INSAN BANJARMASIN

KALIMANTAN SELATAN, INDONESIA

TAHUN 2018

 

 

 A.      PENDAHULUAN

Rumah sakit sebagai salah satu sarana kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Oleh karena itu rumah sakit dituntut untuk dapat memberikan pelayanan yang bermutu sesuai dengan standar yang sudah ditentukan.

Masyarakat yang menerima pelayanan kesehatan, tenaga kesehatan, dan pengunjung di rumah sakit, dihadapkan pada risiko terjadinya infeksi atau infeksi nosokomial yaitu infeksi yang diperoleh di rumah sakit, baik karena perawatan atau datang berkunjung ke rumah sakit.

Menurut Permenkes RI No. 27 Tahun 2017 tentang Pedoman Pencegahan dan pengendalian infeksi menyatakan bahwa HAIs (Health-care associated infection) merupakan kejadian infeksi yang  didapatkan  penderita  setelah  mendapatkan  perawatan  >48  jam  dan  pasien  tidak dalam  masa  inkubasi.  Macam  kejadian  HAIs  banyak  di  hubungkan  karena pemasangan  alat,  seperti  IDO, ISK, VAP/HAP, IADP, Phlebitis dan Dekubitus. Pencegahan HAIs tersebut dengan melakukan audit kepatuhan petugas dalam melaksanakan bundles HAIs.

Berdasarkan hasil surveilans HAIs pada tahun 2017, Insiden Rate HAIs di RS Suaka Insan presentase Phlebitis yaitu 34,2?, ISK 1,78?, IDO 0%, VAP/ HAP 0?, Dekubitus 0?. Untuk meningkatkan pencegahan dan pengendalian infeksi rumah sakit dari pemasangan alat dan perawatan pada pasien, maka surveilans HAIs di Rumah Sakit dilakukan secara terus-menerus menilai tingkat keberhasilan program PPI terutama dalam pencegahan HAIs.

 

B.            TUJUAN SURVEY

1.      Memperoleh data dasar Infeksi Rumah Sakit Suaka Insan

2.      Menilai standar mutu pelayanan pencegahan dan pengendalian infeksi Rumah Sakit Suaka Insan

3.      Menilai keberhasilan program upaya pencegahan dan pengendalian infeksi

 

C.           HASIL SURVEY DAN ANALISA

Berdasarkan hasil Surveilans Infeksi Rumah Sakit (HAIs)  di RS Suaka Insan Banjarmasin pada Triwulan I s/d III periode Januari- September 2018, didapatkan Insiden Rate HAIs, sebagai berikut:

 

 

LAPORAN

HASIL SURVEILANS INFEKSI RUMAH SAKIT(HAIs)

PADA TRIWULAN I s/d III

(Januari s/d September 2018)

 

Tabel 1. Insiden Rate HAIs pada Triwulan I (Januari-Maret) Tahun 2018

 

Tabel 2. Insiden rate HAIs pada Triwulan II (April-Juni) Tahun 2018

 

Tabel 3. Insiden rate HAIs pada Triwulan III (Juli-September) Tahun 2018

 

Setelah dilakukan surveilans HAIs selama triwulan I s/d III, didapatkan penurunan insiden rate Phlebitis dari bulan ke bulan berikutnya sudah mencapai nilai rata-rata profil indikator (SPM) yang telah ditetapkan oleh Komite PPI dan Komite PMKP, yaitu 1?. Dan, pada triwulan ke III masih didapatkan insiden rate Dekubitus yaitu 0,5 ?. Hal ini dikarenakan oleh:

1.      Kurangnya kepatuhan kebersihan tangan.

2.      Kurangnya kepatuhan dalam menerapkan bundle Phlebitis

3.      Kurangnya ketrampilan petugas dalam pemasangan IV Line

4.      Kurangnya pemahaman dalam pencatatan dan pelaporan angka kejadian infeksi

5.      Kurangnya kepatuhan dalam melaksanakan bundle dekubitus.


D.    RENCANA TINDAK LANJUT

No

Plan

Do

Study

Act

PIC

1.

Menurunkan insiden rate phlebitis pada triwulan IV tahun 2018

1.      Resosialisasi SPO Bundles Phlebitis dan pemasangan infus

2.      Monitoring

Dengan resosialisasi dan monitoring terhadap pelaksanaan tindakan sesuai dengan SPO dapat menurunkan insiden rate phlebitis.

Menurunkan insiden rate phlebitis dari 2,2 menjadi 0 pada Triwulan IV Tahun 2018

IPCN

IPCLN

Keperawatan

2.

Meningkatkan kepatuhan kebersihan tangan dan pemakaian APD Gloves sebelum memasang infus

1.      Resosialisasi

2.      Monitoring

Melakukan resosialisasi dan monitoring dapat meningkatkan kepatuhan petugas dalam melakukan kebersihan tangan dan pemakaian APD gloves sebelum memasang infus

Menurunkan insiden rate phlebitis dengan meningkatnya kepatuhan petugas dalam melaksanakan bundles Phlebitis dari 85% menjadi 90% pada Triwulan IV Tahun 2018

IPCN

IPCLN

Keperawatan

3.

Kurangnya pemahaman dalam pencatatan dan pelaporan angka kejadian infeksi

1.      Resosialisasi

2.      Observasi

Resosialisasi secara berkala dapat meningkatkan pemahaman IPCLN dan observasi secara langsung oleh IPCN saat ada kejadian Phlebitis dilapangan

Meningkatnya pemahaman petugas IPCLN dan IPCN dalam pengumpulan data HAIs, terutama Phlebitis pada Triwulan IV tahun 2018

IPCN

IPCLN

 

4.

Meningkatkan keterampilan petugas dalam pemasangan infus

1.      Resosialisasi

2.      Workshop pemasangan infus

Dengan dilakukan workshop kepada petugas dapat meningkatkan keterampilan dalam pemasangan infus

Terlaksananya workshop pemasangan infus pada petugas keperawatan pada Triwulan IV Tahun 2018

IPCN

IPCLN

Keperawatan

5.

Meningkatkan kepatuhan dalam melaksanakan bundle dekubitus.

1.      Resosialisasi

2.      monitoring

Dengan diterapkan bundles dekubitus dapat menurunkan insiden rate dekubitus

Menurunnya insiden rate dekubitus dari 0.5 menjadi 0 pada Triwulan IV tahun 2018

IPCN

IPCLN

Keperawatan


 

E.     PENUTUP

a.      Kesimpulan

Angka Infeksi rumah  sakit (HAIs) pada triwulan I s/d III didapatkan persentase phlebitis dengan  nilai  rata-rata 2 ‰, dan Decubitus 0,5 ‰. Hal ini karenakan masih kurangnya kepatuhan petugas dalam menerapkan bundles Phlebitis dan Bundles Dekubitus.

 

b.      Rekomendasi

1.      Pemasangan infus dilakukan sesuai SPO dengan memperhatikan SPO Bundles Phlebitis

2.      Petugas meningkatkan penerapan SPO bundles dekubitus, sehingga insiden rate dekubitus tidak terjadi, terutama pada pasien dengan tirah baring.

3.      Kepatuhan kebersihan tangan 6 langkah dalam lima momen lebih ditingkatkan sesuai SPO yang berlaku.

4.      Pemasangan infus dilakukan sesuai kebutuhan, jika sudah tidak ada indikasi mohon segera dilepas.

 

Mengetahui,

PJS Direktur

 

dr. Sherly Nata, MM

 

Ketua Komite PPI

 

 

Sekretaris Komite PPI/ IPCN

 

 

 

dr. Rahmawati, SpPK

 

1.      Yatini, S.Kep

 

2.      Yuliana Suparni, S.Kep

 

 

 

 

Copyright©2017 Rumah Sakit Suaka Insan - Banjarmasin KALSEL - Web Master By @ncimedismart.com